Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Isu Pasokan Senjata ke Iran Makin Perkeruh Hubungan China dan AS

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2026 |14:31 WIB
Isu Pasokan Senjata ke Iran Makin Perkeruh Hubungan China dan AS
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
A
A
A

Perwakilan perdagangan telah menekankan bahwa meskipun hubungan dengan China tetap stabil untuk saat ini, setiap langkah Beijing untuk mempersenjatai Iran akan secara fundamental mengubah dinamika tersebut. Pemberlakuan tarif yang luas dapat menghancurkan gencatan senjata perdagangan saat ini, menghidupkan kembali permusuhan ekonomi antara dua ekonomi terbesar di dunia.

China dengan tegas membantah tuduhan memasok senjata kepada pihak mana pun dalam konflik tersebut. Pernyataan resmi dari kedutaan besarnya di Washington menolak laporan tersebut sebagai tidak berdasar, dan menegaskan bahwa Beijing tidak memiliki peran dalam transfer peralatan militer ke Iran. Namun, kebocoran intelijen yang terus berlanjut dan ambiguitas strategis seputar tindakan China terus memicu kecurigaan.

Para pengamat mencatat bahwa strategi geopolitik China yang lebih luas seringkali melibatkan operasi rahasia dan dukungan tidak langsung, yang memungkinkan China untuk memproyeksikan pengaruh sambil menghindari konfrontasi langsung. Penemuan drone bawah air China oleh nelayan Indonesia semakin meningkatkan kekhawatiran tentang perluasan pengaruh Beijing di perairan sensitif. Insiden semacam itu memperkuat persepsi bahwa China mengejar pendekatan multifaset untuk proyeksi kekuatan global, menggabungkan alat militer, ekonomi, dan teknologi untuk memajukan kepentingannya.

Konsekuensi potensial dari keterlibatan China dalam persenjataan kembali Iran sangat besar. Keruntuhan hubungan perdagangan AS-China akan berdampak luas di pasar global, mengganggu rantai pasokan dan mendestabilisasi perekonomian di seluruh dunia. Pemberlakuan tarif tidak hanya akan memengaruhi perdagangan bilateral tetapi juga merusak kepercayaan investor, memicu volatilitas di pasar keuangan.

Secara diplomatik, krisis ini berpotensi mengurangi prospek dialog yang konstruktif antara AS dan China, terlepas dari kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing baru-baru ini. Keseimbangan yang rapuh antara kerja sama dan konfrontasi dapat bergeser secara signifikan ke arah konflik, membentuk kembali aliansi dan perhitungan strategis di seluruh Asia dan Timur Tengah.

Presiden Xi Jinping telah berjanji untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran, tetapi potensinya tidak sepenuhnya tertutup.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement