Pasca angin kencang, petugas BPBD bersama warga telah membersihkan pohon tumbang. Selain itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan mulai melakukan perbaikan secara mandiri.
Sementara itu, berdasarkan data pemutakhiran situasi banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, per Minggu (24/5), warga terdampak mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Di sejumlah titik, tinggi muka air (TMA) masih berkisar antara 5 hingga 30 sentimeter.
“Banjir di wilayah Pati terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 03.00 WIB setelah hujan lebat disertai jebolnya tanggul di dekat permukiman warga,” ujar Aam.
Dua desa di dua kecamatan terdampak banjir tersebut, yakni Desa Tanjunganom di Kecamatan Gabus dan Desa Ketitang Wetan di Kecamatan Batangan. Bencana itu berdampak pada 399 rumah dan merendam 74 rumah warga.
Merespons bencana hidrometeorologi basah yang masih terjadi pada pekan terakhir Mei 2026, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada serta siaga menghadapi potensi bencana.
“Memasuki Juni, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga rendah. Namun demikian, BNPB meminta seluruh pihak tetap mewaspadai ancaman hidrometeorologi basah, hidrometeorologi kering, maupun bahaya geologi,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.