Pendanaan AS yang dijanjikan pun belum terealisasi di lapangan. Departemen Luar Negeri AS bermaksud mengalihkan sekitar USD 1,2 bakar dana bantuan ke proyek-proyek yang terkait dengan agenda dewan, tetapi uang tersebut belum dibelanjakan dan tidak akan dikelola langsung oleh dewan.
Seorang ajudan senior kongres mengatakan bahwa tidak ada uang yang diberikan kepada dewan dan bahwa “tidak ada niat” untuk mengelolanya oleh badan tersebut. Dana tambahan sebesar USD 50 juta yang dimaksudkan untuk mendanai operasional dewan juga belum didistribusikan, menunggu kontrol keuangan dan sistem yang diperlukan untuk menerima dana AS.
Pengungkapan di FT kemungkinan akan dilihat sebagai bukti lebih lanjut dari kebijakan Trump yang gagal. Presiden telah menampilkan dewan tersebut sebagai salah satu organisasi internasional “paling penting” yang pernah dibuat, sementara menantunya, Jared Kushner, mempromosikan visi yang muluk-muluk tentang Gaza yang futuristik dan didukung AI dengan pembangunan mewah. Namun, survei Uni Eropa, PBB, dan Bank Dunia memperkirakan bahwa rekonstruksi Gaza akan membutuhkan lebih dari USD 70 miliar selama dekade berikutnya.
Dewan tersebut juga gagal melangkah lebih jauh dari tahap perencanaan. Meskipun telah mulai melakukan tender untuk pekerjaan keamanan dan rekonstruksi, belum ada kontrak yang diberikan.