Sementara itu, Menteri Pendidikan Kenya, Julius Ogamba, mengatakan temuan awal menunjukkan adanya sejumlah pelanggaran prosedur keselamatan di sekolah tersebut.
“Secara khusus, terjadi kepadatan di asrama dan satu pintu keluar terkunci, bertentangan dengan persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan,” katanya.
Ogamba kemudian membubarkan dewan pengelola sekolah dan memerintahkan tindakan terhadap kepala sekolah. Ia menegaskan, tindakan disipliner dan hukum akan diberikan kepada pihak yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.
Di tengah proses penyelidikan, suasana haru menyelimuti sekolah tersebut. Sejumlah orang tua dan kerabat korban menangis sambil menunggu kabar tentang anggota keluarga mereka.
Keamanan di sekitar sekolah diperketat ketika kerumunan warga berkumpul dan menuntut pertanggungjawaban atas tragedi itu.
“Saya tiba di sekolah pukul 07.00 dan tiga jam kemudian saya belum mendapat informasi apa pun,” kata seorang kerabat korban, Njuki Nthimba, kepada BBC.