Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

8 Siswa Ditangkap Usai Kebakaran Asrama di Kenya Tewaskan 16 Siswi

Awaludin , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2026 |23:10 WIB
8 Siswa Ditangkap Usai Kebakaran Asrama di Kenya Tewaskan 16 Siswi
Siswa Ditangkap Usai Kebakaran Asrama (foto: freepik)
A
A
A

NAIROBI - Polisi Kenya menangkap delapan siswa yang diduga terlibat dalam serangan pembakaran di sebuah sekolah putri di Kenya yang menewaskan 16 siswi. Kebakaran terjadi pada dini hari Kamis di Utumishi Girls Academy, Gilgil, sekitar 120 kilometer barat laut ibu kota Nairobi. Api melahap lantai atas asrama yang berisi 135 tempat tidur susun.

Kepolisian Nasional Kenya menyatakan, delapan siswa tersebut diidentifikasi setelah penyelidik memeriksa rekaman CCTV, melakukan analisis forensik, serta mewawancarai siswa dan staf sekolah.

"Mereka dicurigai terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan kebakaran," demikian pernyataan polisi, dilansir dari bbc, Jumat (29/5/2026).

Para siswa itu ditangkap setelah polisi melacak keberadaan mereka hingga ke rumah masing-masing. Sebagian lainnya yang masih berada di sekitar lokasi juga berhasil diamankan.

Kedelapan siswa tersebut termasuk dalam 30 siswa yang sebelumnya dipanggil kembali ke sekolah oleh tim penyidik untuk dimintai keterangan terkait kebakaran mematikan tersebut.

Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

 

Sementara itu, Menteri Pendidikan Kenya, Julius Ogamba, mengatakan temuan awal menunjukkan adanya sejumlah pelanggaran prosedur keselamatan di sekolah tersebut.

“Secara khusus, terjadi kepadatan di asrama dan satu pintu keluar terkunci, bertentangan dengan persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan,” katanya.

Ogamba kemudian membubarkan dewan pengelola sekolah dan memerintahkan tindakan terhadap kepala sekolah. Ia menegaskan, tindakan disipliner dan hukum akan diberikan kepada pihak yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.

Di tengah proses penyelidikan, suasana haru menyelimuti sekolah tersebut. Sejumlah orang tua dan kerabat korban menangis sambil menunggu kabar tentang anggota keluarga mereka.

Keamanan di sekitar sekolah diperketat ketika kerumunan warga berkumpul dan menuntut pertanggungjawaban atas tragedi itu.

“Saya tiba di sekolah pukul 07.00 dan tiga jam kemudian saya belum mendapat informasi apa pun,” kata seorang kerabat korban, Njuki Nthimba, kepada BBC.

 

Menurutnya, pihak sekolah membagi para orang tua ke dalam tiga kelompok, yakni keluarga siswa yang ditangkap, keluarga korban meninggal, dan keluarga yang belum mengetahui keberadaan anak mereka.

“Saya memberikan nama keponakan saya kepada mereka, dan sekarang saya menunggu informasi lebih lanjut tentangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Samuel Githua mengaku masih mencari keberadaan saudara perempuannya.

“Saya tidak tahu di mana saudara perempuan saya berada. Kami diberi tahu bahwa beberapa anak berada di rumah sakit, sebagian di kamar mayat. Ibu kami meninggal ketika kami masih kecil, jadi saya merawatnya seperti ayah dan ibu,” katanya.

Selain menewaskan 16 siswi, kebakaran itu juga menyebabkan 79 siswa lainnya mengalami luka-luka, sebagian akibat melompat dari lantai pertama asrama.

Sebanyak tujuh korban luka dipindahkan ke Nairobi untuk mendapatkan perawatan medis khusus, sedangkan korban lainnya telah menjalani perawatan dan dipulangkan.

 

Jenazah para korban tewas dibawa ke kamar mayat untuk proses identifikasi DNA.

Kenya sendiri memiliki sejarah panjang tragedi kebakaran sekolah. Dua tahun lalu, sedikitnya 21 orang tewas dalam kebakaran asrama di wilayah Kenya tengah.

Sejumlah kebakaran sekolah di negara tersebut kerap dipicu aksi pembakaran oleh siswa yang tidak puas terhadap aturan disiplin dan kondisi asrama. Selain itu, kepadatan penghuni serta buruknya penerapan standar keselamatan juga sering disebut sebagai penyebab tingginya jumlah korban jiwa.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement