BEIRUT – Kelompok Hizbollah mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap posisi militer Israel di wilayah perbatasan, termasuk menggunakan drone dan rentetan roket.
Dilansir dari Aljazeera, Senin (1/6/2026). Hizbollah menyebut serangan pertama dilakukan pada pukul 15.30 waktu setempat (12.30 GMT), dengan menargetkan pasukan Israel yang disebut berada di dalam tenda di wilayah Maroun El Ras.
Kelompok tersebut mengklaim serangan itu dilakukan menggunakan sejumlah besar drone penyerang, yang diarahkan ke posisi pasukan Israel.
Sebelumnya, pada pukul 14.30 waktu setempat (11.30 GMT), Hizbollah juga menyatakan telah menargetkan sebuah lokasi di Hanita, yang berada di wilayah utara Israel.
Selain itu, Hizbollah mengaku meluncurkan dua salvo roket yang disebut menghantam infrastruktur militer Israel di wilayah Safad yang mereka sebut sebagai “wilayah pendudukan”.
Roket dilaporkan diluncurkan dari wilayah Lebanon selatan menuju kawasan Galilea Atas di Israel utara. Insiden tersebut menambah eskalasi ketegangan di perbatasan kedua negara.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa empat tentara Israel mengalami luka-luka setelah sebuah drone menghantam lokasi militer di dekat Beit Hillel, yang berada di wilayah Lembah Hula, Galilea Atas, Israel utara.
Hingga saat ini, pihak militer Israel atau Israel Defense Forces belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas saling serang di sepanjang perbatasan Israel–Lebanon dalam beberapa waktu terakhir.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.