JAKARTA -TNI AD melakukan investigasi terkait sumber proyektil buntut dua warga sipil terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjamin bahwa proses penyelidikan ini akan dilakukan secara profesional objektif, transparan dan melibatkan Kepolisian Daerah Sumatera Barat.
Hal ini dilakukan agar proses pembuktian berjalan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Terkait sumber proyektil yang menyebabkan luka pada korban, kami perlu menegaskan bahwa hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung," kata Donny saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Donny melanjutkan TNI AD mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta, data teknis dan hasil pemeriksaan lapangan diperoleh secara lengkap.
Namun, tambah dia, TNI AD akan menjamin penegakan hukum jika ditemukan kelaiaian atas penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian dari personel TNI AD.
"Apabila hasil investigasi nantinya menunjukkan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian personel TNI AD, maka institusi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum, prosedur militer dan prinsip pertanggungjawaban yang berlaku," imbuh dia.
Meski investigasi masih berlangsung, Donny memastikan Kodam 20/Tuanku Imam Bonjol segera mengambil langkah cepat dengan memberikan perhatian terhadap penanganan korban. Ia menjelaskan langkah ini dilakukan agar kedua korban mendapatkan pelayanan medis optimal.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, tindakan medis telah dilakukan secara cepat dan kondisi kedua korban saat ini berada dalam keadaan stabil pasca penanganan dan operasi yang dilaksanakan oleh tim medis," tambah Donny.
Lebih lanjut, TNI AD juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek prosedur keamanan latihan, kondisi sarana lapangan tembak, sistem pengamanan area, serta mekanisme mitigasi risiko juga tengah dilaksanakan.
Donny menyebut langkah ini dilakukan di tengah kabar di mana korban terkena peluru nyasar ini bertepatan dengan kegiatan latihan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang.
"Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang terkait dengan lokasi investigasi telah dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan," tutup Donny.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.