Dia juga mengungkapkan pandangannya, bahwa potensi agraris dan maritim Sulawesi Selatan perlu dikelola untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren atau jam’iyyah di tingkat MWC dan Ranting.
Jaringan 24 PCNU se-Sulsel menjadi modal mengkonsolidasi keberdayaan umat, dan PBNU berperan sebagai konduktor yang mengorkestrasi berbagai inisiatif dan gerakan khidmah.
“PBNU bisa berperan untuk membuka jejaring ekonomi nasional, memfasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis nahdliyyin dan off-taker; pengatur sirkulasi produksi ke jaringan pasar,” pungkasnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Sulsel, Kiai Baharuddin, mengingatkan pengurus tentang dinamika NU jelang Muktamar. Menurutnya, hal itu dikarenakan banyak kandidat yang maju sebagai ketua umum. Namun, ia berharap semua berjalan dan berakhir sejuk.
“Yang terpenting bagi kandidat ketua umum PBNU; ia mualim, berpengetahuan luas, zuhud; tidak ambisi duniawi, dan muharriq; muda, mau bergerak dan menjadi penggerak, serta ikhlas; berniat baik dan suci untuk khidmat,” tandasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.