Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sempat Tertahan di Semanggi, Massa Mahasiswa Longmarch Tembus Blokade Polisi ke HI

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2026 |14:54 WIB
Sempat Tertahan di Semanggi, Massa Mahasiswa Longmarch Tembus Blokade Polisi ke HI
Mahasiswa longmarch ke Bundaran HI (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) yang akan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) sempat tertahan di Simpang Susun Semanggi. Mereka tak bisa melanjutkan perjalanan lantaran diblokade petugas kepolisian.

Dari pantauan Okezone, rombongan mahasiswa UI tertahan di Jalan Sudirman, di bawah Simpang Susun Semanggi arah Bundaran HI. Akan tetapi, sekira pukul 14.03 WIB, aparat kepolisian akhirnya membuka akses jalan tersebut.

Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan para mahasiswa untuk melanjutkan perjalanan dengan longmarch menuju Bundaran HI. Mereka tampak berjalan sambil bernyanyi ketika menuju HI.

Adapun mahasiswa datang ke lokasi aksi dengan menumpangi bus. Namun, ketika akses jalan tersebut dibuka, aparat tak mengizinkan bus yang membawa massa aksi untuk melintas di Jalan Sudirman. Hal tersebut membuat bus tetap tertahan dan dialihkan ke arah Gelora Bung Karno. Polisi juga masih menutup ruas Jalan Sudirman, tempat awal mahasiswa ditahan.

Adapun mahasiswa ditahan sementara di Simpang Susun Semanggi diduga karena tak diizinkan untuk menggelar demo di HI. "Karena kita dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup," kata Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

"Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR," sambungnya.

Saat diadang tersebut, kata Anandaku, polisi tidak menjelaskan maksud penutupan jalan tersebut. Permintaan massa agar polisi membuka jalan tersebut tidak direspons dengan baik, sehingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas kepolisian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement