Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |09:17 WIB
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wabah Ebola di RD Kongo dikhawatirkan akan bertambah buruk. (Foto: Anadolu)
A
A
A

KINSHASA - Jumlah korban jiwa akibat wabah Ebola di bagian timur Republik Demokratik Kongo telah melampaui 200 orang, menurut otoritas kesehatan. Angka ini diumumkan seiring dengan terus meningkatnya infeksi dan kekhawatiran yang semakin besar terhadap laju penularan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) pada Kamis (18/6/2026), kasus yang dikonfirmasi telah mencapai 875 sejak wabah dinyatakan pada 15 Mei, termasuk 202 kematian, yang mengakibatkan tingkat kematian sebesar 23 persen.

Wabah tersebut terkonsentrasi di provinsi-provinsi timur Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, dengan Ituri menyumbang hampir 95 persen dari semua infeksi yang dilaporkan.

Virus tersebut juga telah melintasi perbatasan ke Uganda, di mana 19 kasus dan dua kematian telah dikonfirmasi, demikian dilansir TRT

Pejabat Memperluas Respons

Africa CDC mengatakan kapasitas pengujian dan sistem pengawasan digital telah diperkuat dalam upaya untuk meningkatkan deteksi kasus dan mengekang penyebaran penyakit.

Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, memperingatkan bahwa wabah ini dapat menjadi lebih parah daripada epidemi Ebola yang menghancurkan pada tahun 2014-2016 di Afrika Barat jika penularan tidak segera dikendalikan.

Wabah tersebut merenggut lebih dari 11.000 nyawa di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Menteri Kesehatan Kongo, Roger Kamba, melakukan perjalanan ke Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, pada hari Kamis untuk menilai upaya respons, meninjau tantangan, dan membahas strategi baru untuk mempercepat langkah-langkah pengendalian wabah.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement