Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyebut Muhammad Abdimaludin telah membuat surat pernyataan terkait penerimaan uang sebesar Rp20 juta dari seorang alumni. Uang tersebut disebut diberikan sebelum aksi unjuk rasa berlangsung pada Senin (15/6) dini hari.
Menurut Daniel, pemberian uang itu dimaksudkan untuk mengarahkan lokasi aksi dari yang semula direncanakan di kawasan Istana Negara menjadi di Gedung DPR RI.
"Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI. Namun hal itu ditolak oleh yang bersangkutan. Jadi mahasiswa tetap pergi ke Istana, meskipun mereka menerima uang tersebut," ungkapnya.
Daniel juga menjelaskan, bahwa uang tersebut kemudian diserahkan melalui aparat kepolisian, namun identitas pihak yang menyerahkan belum diungkap ke publik.