Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Thailand-Indonesia, Bareskrim Sita 325 Kg Sabu Kemasan Teh

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Minggu, 28 Juni 2026 |14:06 WIB
Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Thailand-Indonesia, Bareskrim Sita 325 Kg Sabu Kemasan Teh
Bareskrim Polri (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Aceh menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional Thailand-Indonesia. Dalam operasi tersebut, petugas menyita 325 kilogram sabu yang dikemas dalam 325 bungkus teh dengan nilai mencapai Rp585 miliar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari informasi mengenai aktivitas jaringan narkotika internasional yang akan menyelundupkan sabu dari Thailand melalui wilayah Aceh.

"Pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, tim melihat sebuah mobil Honda HR-V bernomor polisi BK 1975 ACH keluar dari arah Pantai Blang Mangat, Lhokseumawe, yang diduga membawa narkotika. Selanjutnya tim melakukan penghadangan," kata Eko, Minggu (28/6/2026).

Saat hendak dihentikan, para pelaku sempat melarikan diri ke semak-semak. Namun, dua orang berhasil ditangkap. Dari dalam mobil, petugas menemukan 325 bungkus teh China yang berisi sabu.

"Tim mengamankan kedua orang tersebut beserta barang bukti. Hasil penghitungan dan tes awal terhadap sampel menunjukkan 325 bungkus kemasan teh China tersebut positif mengandung metamfetamin dan amfetamin," ujarnya.

 

Menurut Eko, nilai ekonomis barang bukti diperkirakan mencapai Rp585 miliar. Dengan pengungkapan tersebut, sekitar 1,625 juta jiwa diperkirakan berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka, yakni Zulfahmi dan Jufri. Sementara dua orang yang diduga sebagai pengendali jaringan, Muhammad Jabbar dan Ulul Azmi alias Mahlul, masih dalam pengejaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Zulfahmi direkrut oleh Jabbar untuk mengawal proses penyelundupan sabu dari laut ke daratan. Ia dibekali telepon seluler khusus untuk memantau situasi di darat.

Pada 22 Juni 2026, Zulfahmi diperintahkan berkumpul di kawasan tambak Kuala Meuraksa sebagai persiapan. Sehari kemudian, ia bersama Mahlul mendapat instruksi melalui aplikasi Zangi dari akun bernama "B" untuk mengambil mobil di area parkir RS Cut Meutia.

"Selanjutnya Zulfahmi dan Mahlul menuju Kuala Meuraksa, Blang Mangat, Lhokseumawe, untuk menjemput 325 bungkus narkotika. Setelah itu mobil berisi narkotika diantar kembali ke RS Cut Meutia dengan metode meninggalkan kunci di ban mobil setelah pekerjaan selesai," kata Eko.

Atas tugas tersebut, Zulfahmi dijanjikan upah sebesar Rp390 juta.

 

Sementara itu, tersangka Jufri bertugas menjemput sabu di perairan sekitar 120 mil laut di perbatasan Indonesia-Thailand. Sebelum operasi dilakukan, ia diajak Jabbar melihat kapal jenis "oscadon" di wilayah Bireuen yang akan digunakan untuk mengangkut narkotika.

"Jufri dan Muhammad Jabbar berangkat dari Bireuen menuju titik yang telah ditentukan di perbatasan laut Indonesia-Thailand menggunakan kapal jenis 'oscadon' berwarna merah muda dengan bagian buritan berwarna putih," ujar Eko.

Setibanya di lokasi pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, keduanya menerima narkotika melalui metode **ship to ship** dari kapal besi berwarna cokelat tanpa bendera yang diawaki empat orang warga negara asing.

Pada sore harinya, kapal tiba di perairan Kuala Meuraksa, Blang Mangat, Lhokseumawe. Narkotika kemudian dipindahkan ke mobil Honda HR-V yang telah disiapkan di darat. Untuk tugas tersebut, Jufri dijanjikan upah Rp400 juta.

"Sekitar pukul 19.15 WIB, Jufri dan Muhammad Jabbar sudah ditunggu oleh Zulfahmi dan Mahlul di tepi laut Kuala Meuraksa. Selanjutnya, 325 bungkus narkotika dipindahkan dari kapal jenis 'oscadon' ke mobil Honda HR-V bernomor polisi BK 1975 ACH," kata Eko.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement