Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2026 |11:35 WIB
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Reruntuhan bangunan akibat gempa di Venezuela.
A
A
A

CARACAS - Seorang ayah dan putranya berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari reruntuhan bangunan, empat hari setelah gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela. Pemandangan itu memberi harapan kepada para petugas penyelamat yang aktif di daerah tersebut saat mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan lebih banyak korban selamat.

Para petugas penyelamat membawa keduanya, yang tampak lemah dan sama-sama mengenakan masker, di atas tandu kain darurat melalui jalan-jalan yang dipenuhi puing-puing menuju ambulans yang menunggu, sementara kerumunan orang berkumpul di sekitar kendaraan darurat di La Guaira.

Negara bagian pesisir itu paling parah terkena dampak gempa bumi pada Rabu (24/6/2026) yang menewaskan setidaknya 1.450 orang dan menyebabkan ribuan lainnya hilang.

Penyelamatan mereka terjadi setelah 12 jam upaya telaten oleh tim Amerika Serikat (AS) dan Prancis yang menyisir reruntuhan menggunakan kamera pencarian khusus, dengan hati-hati bekerja melalui puing-puing yang tidak stabil untuk mencapai para korban yang terjebak.

"Mereka sangat lemah, seperti halnya pasien yang terjebak di bawah reruntuhan selama empat hari, jadi kami melakukan segala yang mungkin untuk menghidrasi mereka dan memberikan berbagai obat selama proses evakuasi yang berjalan sangat lambat," kata seorang anggota Keamanan Sipil Prancis, sebagaimana dilansir Reuters.

Berpacu dengan Waktu

Tim penyelamat di daerah itu termasuk anggota Keamanan Sipil Prancis dan tim penyelamat AS dari Tim Pencarian dan Penyelamatan Perkotaan Fairfax County di Virginia, yang sehari sebelumnya menyelamatkan seorang ibu dan bayinya yang berusia 9 bulan.

Sebelum mengevakuasi anggota keluarga tersebut, para penyelamat menyiapkan infus intravena dan membersihkan puing-puing. Yang lain tetap berada di sisi reruntuhan, mencari tanda-tanda kehidupan dan berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka di tengah reruntuhan.

Setidaknya 33 orang diselamatkan selama akhir pekan, meskipun puluhan ribu orang masih hilang, meningkatkan kekhawatiran bahwa waktu hampir habis untuk menemukan korban selamat.

Menurut para spesialis, setelah 72 jam pascapemulihan gempa bumi, kemungkinan menemukan korban hidup di bawah reruntuhan akan menurun drastis.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement