Legislator PDI Perjuangan itu menilai, fasilitas tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum. Pasalnya, fasilitas itu menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," jelas Kenneth.
Kenneth mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten masih berjalan sesuai jadwal. Ia optimistis proyek tersebut dapat rampung pada Desember 2026 dan mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen.
"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track. Mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujarnya.