Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 04 Juli 2026 |07:48 WIB
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei (Foto: X/@IraninIndonesia)
A
A
A

DUBAI - Jenazah Ayatollah Ali Khamenei disemayamkan di sebuah aula besar di Teheran pada Jumat 3 Juli 2026. Para ulama, pejabat, tokoh asing, dan pelayat lainnya memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas akibat serangan bom Amerika Serikat dan Israel.

Iran menggelar rangkaian pemakaman massal selama sepekan untuk Khamenei, yang mengakhiri 37 tahun kepemimpinannya setelah tewas dalam serangan udara pada Februari. Melansir Reuters, prosesi tersebut menjadi wujud penghormatan publik kepada negara teokratis Republik Islam dan semangat revolusionernya.

Jenazah Khamenei dijadwalkan dibawa ke Qom, Najaf, dan Kerbala, yang merupakan pusat-pusat utama Syiah di Iran dan Irak, sebelum dimakamkan pada Kamis 9 Juli 2026 di Mashhad, lokasi makam suci terpenting di negara tersebut.

Momen Kritis bagi Republik Islam

Peti jenazah Khamenei dibuka pada Kamis 2 Juli malam di hadapan kerumunan pendukung yang menangis, bergoyang, dan memukul kepala mengikuti irama ratapan. Bunga-bunga juga dilemparkan dari peti jenazah ke arah kerumunan.

Pada Jumat, peti jenazah Khamenei serta anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan tersebut disemayamkan di aula doa besar yang dibangun untuk menghormati pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Pemakaman ini berlangsung pada momen yang sangat penting bagi Iran. Para penguasa ulama yang didukung Korps Garda Revolusi Islam tengah berada di puncak kepercayaan diri setelah berhasil bertahan dari apa yang mereka anggap sebagai perang eksistensial melawan musuh terbesar dan terkuat mereka.

Pemerintah menargetkan jutaan orang mengikuti pawai besar dalam beberapa hari mendatang. Berbagai fasilitas, seperti transportasi, makanan, dan penginapan, disediakan untuk meningkatkan jumlah peserta.

Namun, hampir lima dekade setelah Revolusi Islam 1979, dan di tengah berbagai seruan resmi mengenai persatuan nasional menjelang pemakaman Khamenei, Republik Islam justru menghadapi tingkat perpecahan internal yang jarang terjadi.

Para analis menilai dukungan terhadap kepemimpinan ulama saat ini melemah. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi yang baru, putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, belum terlihat dalam dokumentasi publik terbaru sejak dilaporkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Selama bertahun-tahun, sanksi internasional telah membebani perekonomian Iran. Di sisi lain, gelombang protes massal yang terus meningkat di berbagai wilayah negara itu ditumpas aparat keamanan dengan kekuatan yang semakin besar, yang berpuncak pada pembunuhan ribuan demonstran pada Januari.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement