Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2026 |16:10 WIB
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Ilustrasi.
A
A
A

WASHINGTON – Seorang Komandan Skuadron Tempur Helikopter Laut Amerika Serikat (US Navy) tewas akibat insiden di Laut Arab yang terjadi pada 1 Juli. Komandan Gabriel Edwards menghilang setelah helikopter MH-60S Sea Hawk yang ditumpanginya jatuh pada pukul 03.30 pagi Waktu Standar Timur, bersama dengan tiga pelaut lainnya yang kemudian berhasil diselamatkan.

“Komandan Gabe Edwards adalah teladan kepemimpinan tanpa pamrih, yang mendedikasikan dirinya untuk pengabdian dan pengorbanan selama 20 tahun terakhir,” kata Kapten Matthew Lewis, Komandan Carrier Air Wing 7, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Navy Times. “Rasa terima kasih dan simpati terdalam kami sampaikan kepada keluarganya.”

Angkatan Laut segera memulai operasi pencarian dan penyelamatan setelah pendaratan darurat helikopter tersebut. Namun, setelah 102 jam mencari di lebih dari 14.000 mil persegi perairan, Angkatan Laut menghentikan upaya pencarian.

Skuadron Helikopter Tempur Laut 5 saat ini berada di atas kapal induk kelas Nimitz USS George H.W. Bush untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah.

Keadaan seputar pendaratan darurat saat ini sedang diselidiki, meskipun Angkatan Laut menyatakan bahwa insiden tersebut tampaknya bukan akibat dari aksi permusuhan.

Edwards menerima lencana penerbang "Wings of Gold" pada 2008 sebagai pilot helikopter dan pernah bertugas di HSC-22, HSC-84, HSC-85, serta Naval Special Warfare Group 4 sebagai petugas penembakan udara-ke-darat dan Joint Terminal Attack Controller (Pengendali Serangan Terminal Gabungan).

Ia mengambil alih jabatan sebagai Komandan HSC-5 pada Juli 2025 dan telah terpilih untuk dipromosikan menjadi Kapten oleh Dewan Promosi Perwira Lini O-6 tahun fiskal 2027.

 

Selama kariernya, Edwards mengumpulkan lebih dari 2.000 jam terbang dan dianugerahi Medali Layanan Berjasa Pertahanan, Medali Pujian Angkatan Laut dan Korps Marinir, serta Medali Prestasi Angkatan Laut dan Korps Marinir, di antara penghargaan lainnya.

Edwards meninggalkan seorang istri, Rebecca, dua orang anak, dan keluarga besar, demikian pernyataan dari Angkatan Laut.

"Kami sangat berterima kasih kepada setiap pelaut, penerbang, dan petugas yang telah mencurahkan waktu yang tak terhitung jumlahnya, keterampilan luar biasa, dan tekad yang teguh dalam upaya membawa Gabe pulang," kata Rebecca Edwards dalam sebuah pernyataan.

"Gabe telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani negaranya dengan kehormatan, keberanian, dan komitmen. Ia memimpin dengan kerendahan hati, integritas, dan kasih sayang, selalu mengutamakan orang-orangnya daripada dirinya sendiri."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement