Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bareskrim Tangkap Tiga Bandar Narkoba Terkait Tewasnya 3 Polisi di Katingan

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2026 |19:16 WIB
Bareskrim Tangkap Tiga Bandar Narkoba Terkait Tewasnya 3 Polisi di Katingan
Bareskrim Tangkap Tiga Bandar Narkoba (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka bandar narkoba, yang diduga terlibat dalam penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu. Mereka ditangkap tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

"Ketiga tersangka bandar narkoba sekaligus pelaku penyerangan dan pembunuhan terhadap tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan atas nama Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu telah berhasil ditangkap Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Kamis (9/7/2026).

Eko mengatakan, ketiga tersangka akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Bareskrim Polri.

"Selanjutnya tiga tersangka akan dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan ke jaringan di atasnya," ujarnya.

Ia belum merinci proses penangkapan tersebut. Keterangan lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers.

 

Sebelumnya, tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat melakukan penggerebekan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026). Ketiga korban adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.

Kronologi

Eko menjelaskan operasi bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada target operasi berinisial Bio yang merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga sebagai unsur pendukung.

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," kata Eko.

Situasi kemudian memanas setelah massa bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Dalam kondisi tersebut, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan massa.

Eko menambahkan, Polri akan mengevaluasi operasi pemberantasan narkotika guna meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di lapangan.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement