Perebutan kendali atas Selat Hormuz dipandang sangat penting bagi AS dan Iran karena gencatan senjata yang rapuh telah gagal. Selat ini biasanya menyumbang sekitar seperlima dari aliran minyak dan gas dunia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam sebuah unggahan di media sosial, mengatakan, “Benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini.” Ia mengatakan bahwa “20 persen tentu saja terlalu banyak,” dan menambahkan, “Kami akan bersikap adil.”
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.