Karena itu, secara akademik kurang tepat apabila pemerintahan Prabowo–Gibran secara apriori didefinisikan sebagai "rezim oligarki". Istilah tersebut merupakan kategori analitis yang harus dibuktikan melalui penelitian empiris mengenai pola pendanaan politik, proses penyusunan kebijakan, distribusi sumber daya ekonomi, serta hubungan antara aktor negara dan aktor bisnis. Pendekatan genealogis justru mendorong peneliti untuk menghindari kesimpulan normatif yang terlalu dini, dan lebih menekankan penelusuran historis mengenai bagaimana relasi kuasa terus berubah melalui berbagai institusi.
Dari sudut pandang sosiologi politik, tantangan terbesar demokrasi Indonesia bukan hanya keberadaan oligarki, tetapi kemampuan institusi demokrasi mengendalikan pengaruh modal agar tetap berada dalam koridor kepentingan publik. Negara memerlukan investasi dan kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan. Namun, pada saat yang sama, demokrasi membutuhkan transparansi, akuntabilitas, supremasi hukum, serta partisipasi masyarakat sipil agar proses tersebut tidak berubah menjadi monopoli kekuasaan oleh segelintir elite.
Dengan demikian, genealogi korporatisme pada era Prabowo–Gibran memperlihatkan bahwa kuasa, modal, dan negara merupakan tiga unsur yang saling membentuk dalam sejarah politik Indonesia. Mengikuti pembacaan Foucault, relasi tersebut tidak pernah bersifat final, melainkan selalu diproduksi melalui diskursus, institusi, dan praktik pemerintahan. Sementara itu, mengikuti Winters, konsentrasi kekayaan tetap menjadi sumber daya politik yang sangat menentukan dalam demokrasi modern. Oleh sebab itu, masa depan demokrasi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara menjaga keseimbangan antara efektivitas pembangunan, kebutuhan investasi, dan penguatan mekanisme demokrasi yang mampu membatasi dominasi oligarki.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.