"Siapa yang dihina kalau misalnya begini, kalau gua terangin lu terus menerus tapi lu nggak ngerti-ngerti atau nggak mau terima terus gua tanya "elu otaknya di mana kok lu punya otak nggak sih?" Itu kan pertanyaan karena gua udah terangin tapi nggak mau ngerti,”ujarnya.
“Harusnya pertanyaannya memang lebih sopan "terus ngerti nggak sih?" Tapi juga waktu keluar salaman ternyata dia dari LSM. Karena waktu nanya pun dia nggak bilang dari media, dari LSM dia," lanjut Hotman.
Pernyataannya itu justru menegaskan dia tidak mau memberikan pernyataan yang menyudutkan instansi tertentu karena pertanyaan tersebut terkesan mengarahkan. Selain itu, pernyataan itu dilontarkan saat sesi dorstop, bukan saat sesi konferensi pers ataupun sesi resmi terbuka lainnya.
"Saya tidak bisa jawab saya bilang. Tapi ditanya terus akhirnya gue bilang harusnya jawaban "lu ngerti nggak sih?" Harusnya "lu punya otak nggak sih?" Kok kenapa lu nggak ngerti-ngerti? Jadi itu ke oknum perorangan,”ujarnya.
“Dan juga tidak pernah di situ dibahas ada lembaga pers nggak ada, karena itu kan doorstop. Dan yang hadir itu dua pertiga adalah bukan wartawan. Ada intel ada LSM. Namanya juga kasus politik," tutup Hotman.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.