Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |14:48 WIB
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Ilustrasi.
A
A
A

Potensi Meluasnya Konflik di Kawasan

Laporan The New York Times juga menyebutkan bahwa para pejabat Iran kini bersiap menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas jika Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang Teheran dan infrastruktur penting lainnya.

Dua pejabat Iran menyatakan bahwa jika serangan tersebut benar-benar terjadi, Teheran akan memperluas pertempuran secara regional, termasuk menargetkan Tel Aviv serta meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab al-Mandab.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap target-target di Iran selama 13 malam berturut-turut hingga Jumat (24/7/2026) pagi.

Pada Rabu (22/7/2026), otoritas Iran mencatat jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan AS telah mencapai 53 orang, dengan 592 lainnya mengalami luka-luka.

Eskalasi ketegangan regional ini meningkat tajam dalam dua minggu terakhir, setelah Trump mengumumkan pada 8 Juli lalu bahwa kesepakatan gencatan senjata yang tertuang dalam nota kesepahaman AS-Iran bulan sebelumnya tidak lagi berlaku.

Sejak saat itu, AS dan Iran saling melancarkan serangan balasan. Washington berfokus menargetkan situs-situs di dalam wilayah Iran, sementara Teheran mengklaim telah menyerang berbagai fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara kawasan.

Konfrontasi militer ini mengganggu aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, mengancam stabilitas pasokan energi global, serta memicu penutupan wilayah udara secara berkala dan peningkatan status waspada terhadap potensi serangan terhadap aset-aset AS di luar Timur Tengah.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement