KemenHAM juga mengimbau seluruh pihak menahan diri di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Papua. Menurut Thomas, konflik yang terus berlanjut hanya akan memperbesar jumlah korban sipil serta memicu gelombang pengungsian.
"Semua pihak agar menahan diri di tengah eskalasi konflik bersenjata yang terus meningkat. Apalagi, banyak jatuh korban warga sipil dan gelombang pengungsi yang terus terjadi," katanya.
Sebelumnya, tiga warga sipil dilaporkan tewas akibat penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka, yang disebut sebagai Danops Kodap Yahukimo. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (20/7/2026).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan dua korban diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Kumis Kogoya dan istrinya. Sementara satu korban lainnya adalah seorang perempuan dari suku Unaukam.