Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Tangkap Tiga Orang Terkait Penganiayaan dalam Bentrokan Warga di Menteng

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |10:12 WIB
Polisi Tangkap Tiga Orang Terkait Penganiayaan dalam Bentrokan Warga di Menteng
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam bentrokan antarkelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Bentrokan berdarah tersebut menyebabkan satu orang tewas dan seorang lainnya dalam keadaan kritis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan, ketiga orang yang diamankan berinisial S, T, dan U. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Menteng.

"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U," kata Reynold dikutip Senin (27/7/2026).

Berdasarkan keterangan sementara, keributan bermula ketika dua orang pengendara motor melintas di dekat gerobak nasi uduk sambil menggeber kendaraan mereka. Pemotor tersebut kemudian ditegur warga karena menimbulkan suara bising, namun teguran itu tidak diterima dengan baik.

"Dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul," ujar Reynold.

Aksi pengrusakan dan dugaan pemukulan terhadap warga itu kemudian memicu perselisihan antara kelompok pelaku dan warga Matraman yang tinggal di belakang Jalan Tambak. Keributan yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB tersebut selanjutnya berkembang menjadi aksi saling lempar batu.

"Hal ini berawal adanya perusakan barang yaitu gerobak jualan UMKM-nya, serta adanya warga yang kena terpukul juga kami lakukan pemeriksaan secara intensif kepada para pelaku yang patut diduga terlibat bahkan yang mengawali terjadinya perselisihan tersebut," ungkapnya.

 

Akibat bentrokan itu, dua orang berinisial K dan DS dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Polisi kemudian memperoleh informasi bahwa K yang berusia 23 tahun meninggal dunia, sementara DS masih menjalani penanganan medis.

Selain mengusut kasus penganiayaan yang menewaskan korban, polisi juga mendalami dugaan perusakan gerobak milik pedagang UMKM serta penganiayaan terhadap warga yang terjadi sebelum bentrokan pecah. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pengaruh minuman keras terhadap pihak yang terlibat.

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak RSCM di mana apakah memang ada kaitan dengan minuman keras sehingga berdampak si orang ini melakukan geber-geber motornya," jelasnya.

Hingga Minggu malam, aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, Polda Metro Jaya, Kodim 0501 Jakarta Pusat, dan Kodam Jaya masih melakukan pengamanan di kawasan Jalan Tambak guna menjaga situasi tetap kondusif.

Secara keseluruhan, sekitar 15 orang telah diamankan dan diperiksa. Namun, polisi memisahkan pemeriksaan berdasarkan klaster peristiwa untuk menentukan posisi masing-masing sebagai korban, saksi, maupun pihak yang diduga sebagai pelaku.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement