Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 2 Agustus: Perang Teluk Persia Pecah hingga Hitler Jadi Fuhrer

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 02 Agustus 2026 |06:02 WIB
Peristiwa 2 Agustus: Perang Teluk Persia Pecah hingga Hitler Jadi Fuhrer
Adolf Hitler (Foto: Wikipedia/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tanggal 2 Agustus menjadi salah satu hari yang mencatat berbagai peristiwa penting dalam sejarah dunia. Beberapa di antaranya adalah Adolf Hitler yang resmi menjadi kepala negara Jerman pada 1934 hingga invasi Irak ke Kuwait yang memicu pecahnya Perang Teluk Persia pada 1990.

Dirangkum dari berbagai sumber seperti wikipedia, berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 2 Agustus:

- Adolf Hitler Resmi Menjadi Kepala Negara Jerman

Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi, resmi menjadi kepala negara Jerman dengan gelar Führer pada 2 Agustus 1934. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 1933. 

Hitler kemudian memimpin Jerman Nazi sebagai diktator hingga 1945 dan menjadi tokoh sentral dalam Perang Dunia II di Eropa serta Holocaust.

- Invasi Irak ke Kuwait Memicu Perang Teluk Persia

Pada 2 Agustus 1990, Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein melancarkan invasi ke Kuwait. Aksi militer tersebut menjadi awal pecahnya Perang Teluk Persia atau Gulf War.

Melalui strategi serangan cepat, pasukan Irak berhasil menguasai Kuwait. Emir Kuwait, Syeikh Jaber Al Ahmed Al Sabah, segera meninggalkan negaranya. 

Selanjutnya, pada 28 Agustus 1990, Kuwait diumumkan sebagai provinsi ke-19 Irak dengan nama Saddamiyat Al-Mitla`.

- Pieter Merkus, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Wafat

Pieter Merkus meninggal dunia di Surabaya saat masih menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ia wafat karena sakit pada usia 57 tahun, setelah memimpin pemerintahan kolonial Belanda sejak 1841 hingga 1844.

- Mahmoud Ahmadinejad Dilantik sebagai Presiden Iran

Mahmoud Ahmadinejad dilantik sebagai Presiden Iran keenam setelah memenangkan pemilihan presiden yang digelar pada 24 Juni 2005 dengan perolehan 61,91 persen suara. Masa jabatannya sebagai presiden dimulai pada 3 Agustus 2005.

Sebelum menjadi presiden, Ahmadinejad menjabat sebagai Wali Kota Teheran sejak 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005. Saat terpilih, ia dikenal luas sebagai tokoh konservatif yang memiliki loyalitas kuat terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran 1979.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement