Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Kematian Sutrimo, Sempat Gelisah dan Dikasih Rp5 Juta oleh Pria Misterius Sebelum Tewas

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |23:15 WIB
Misteri Kematian Sutrimo, Sempat Gelisah dan Dikasih Rp5 Juta oleh Pria Misterius Sebelum Tewas
TKP Kematian Sutrimo/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kematian Sutrimo, sosok yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, penuh kejanggalan. Sebelum meninggal dunia, Sutrimo sempat mengeluhkan situasi yang tengah dihadapinya kepada kerabat.

Hal itu diungkapkan Presiden Petisi Ahli, Pitra Romadoni, dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Rabu (5/8/2026) malam.

Pitra menjelaskan, Sutrimo telah pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah, sekitar sepekan sebelum meninggal dunia. Dalam kesempatan itu, Sutrimo disebut sempat mencurahkan kegelisahannya kepada kerabat.

"Kematian dari Sutrimo ini sangat janggal sekali. Janggalnya yang pertama, yang bersangkutan ini sudah pulang ke Jawa, Banyumas,”ujarnya.

“Satu minggu sebelum dia meninggal dunia itu dia sudah pulang. Kegelisahan dia, dia sampaikan ke kerabatnya bahwasannya pimpinan saya lagi bermasalah dan sudah banyak teman-temannya yang ditangkap-tangkapin," lanjut Pitra

Pitra mengaku mendapat informasi bahwa setelah berada di Banyumas, Sutrimo diminta kembali ke Jakarta oleh sosok yang hingga kini masih misterius. Menurutnya, Sutrimo bahkan dibekali uang sebesar Rp5 juta untuk kembali ke ibu kota.

"Diberikanlah uang Rp5 juta disuruh balik ke Jakarta. Karena dia sebagai Karumga, dia memiliki kewajiban sebagai kepala rumah tangga yang bersangkutan dia balik nih," lanjut dia.

 

Setelah kembali ke Jakarta, Sutrimo kemudian ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pitra menilai kondisi tersebut janggal karena, menurut informasi yang diterimanya, Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit.

"Dari awal dia tidak punya riwayat sakit, tiba-tiba dari mulutnya keluar busa," tutur dia.

Sejumlah kejanggalan itu, kata Pitra, menjadi alasan pihaknya mendorong pelaporan kepada polisi terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut. Ia juga mengungkapkan adanya dorongan dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan aktivis sosial agar dilakukan ekshumasi.

"Artinya tidak hanya selesai di dalam pemeriksaan rumah sakit kemarin, tapi teman-teman ini menginginkan agar dilakukan ekhumasi," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement