Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Laporan: Perang Iran Telah Kuras Stok Rudal Jarak Jauh Presisi AS

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |01:05 WIB
Laporan: Perang Iran Telah Kuras Stok Rudal Jarak Jauh Presisi AS
Ilustrasi. (Foto: US Army)
A
A
A

Produksi Rendah

Para analis sepakat bahwa amunisi tertentu—termasuk peluru artileri dan beberapa jenis rudal—sedang diproduksi dalam jumlah yang memecahkan rekor, namun mereka memperingatkan bahwa pasokan mungkin tidak mencukupi kebutuhan untuk perang berkepanjangan.

"Militer Amerika adalah yang terkuat di dunia dan memiliki segala yang dibutuhkan untuk melancarkan aksi pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden. Kami telah melaksanakan berbagai operasi yang sukses di berbagai komando tempur sembari memastikan militer AS memiliki gudang kemampuan yang luas untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami," ujar juru bicara Pentagon, Sean Parnell, kepada Reuters.

Angka-angka pasokan tersebut telah beredar di kalangan pemerintah federal selama sepekan terakhir di tengah diskusi alot dalam pemerintahan Trump mengenai seberapa lama lagi AS dapat terus menyerang Iran tanpa menguras stok hingga ke tingkat yang membatasi kemampuan militer dalam merespons krisis di wilayah lain, demikian dilaporkan Reuters.

Pengurangan stok ATACMS dan PrSM mencerminkan keputusan pemerintahan Trump untuk menghindari metode serangan yang lebih berisiko terhadap target-target Iran, seperti penggunaan pesawat berawak untuk menjatuhkan bom.

Karena senjata-senjata ini memungkinkan militer menyerang target dari jarak jauh, para analis menilai senjata tersebut akan sangat berharga dalam perang melawan musuh yang memiliki pertahanan udara kuat.

Senjata-senjata ini telah digunakan untuk menyerang target di dalam wilayah Iran, menurut laporan bulan Maret dari Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Berdasarkan laporan tersebut, stok PrSM memang sudah rendah sejak awal karena jenis amunisi ini tergolong baru, namun militer AS telah memesan dalam jumlah besar untuk tahun 2027. Angkatan Darat menyatakan bahwa penggunaan ATACMS sedang dikurangi secara bertahap dan produksi beralih ke rudal PrSM yang lebih baru.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement