Menurut Aminullah, keberhasilan aparat mengungkap dan menangkap para pelaku merupakan bukti kehadiran negara dalam menjaga keamanan ruang digital sekaligus melindungi masyarakat dari penyebaran informasi palsu yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
"Kami berdiri bersama Polri dan memberikan dukungan moral sepenuhnya kepada jajaran kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya," ujarnya.
"Penangkapan para pembuat konten di lapangan adalah langkah yang sangat baik. Kini fokus berikutnya adalah membongkar siapa dalang utama dan siapa pihak yang memesan serta mendanai penyebaran konten hoaks tersebut secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta hukum," lanjutnya.
Aminullah juga mendorong Polri bekerja sama dengan lembaga terkait, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), apabila ditemukan indikasi adanya aliran dana yang digunakan untuk membiayai produksi maupun penyebaran konten hoaks.
"Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat dan produktif, bukan sarana menyebarkan fitnah, provokasi, maupun berita bohong. Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif," katanya.
"Kami optimistis pengusutan perkara ini dapat dilakukan secara terbuka, profesional, dan tuntas sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus rasa aman dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di media sosial," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.