Paman Sutrimo, Tukim, mengaku tidak menaruh kecurigaan saat pertama kali melihat jenazah tiba di kampung halaman di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Menurut dia, kondisi jenazah saat itu terlihat bersih sehingga keluarga langsung mengikhlaskan kepergiannya.
"Makanya dari keluarga langsung mengikhlaskan karena ya namanya orang kampung keadaan jenazah bersih ya jadi nggak ada kecurigaan apa-apa," kata Tukim.
Namun, setelah muncul berbagai pemberitaan terkait kematian Sutrimo, keluarga memutuskan mencari kepastian melalui jalur hukum dan mendukung langkah aparat untuk mengungkap penyebab kematian secara menyeluruh.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.