Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meneladan Pahlawan di Hari Kemerdekaan

Opini , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |13:38 WIB
Meneladan Pahlawan di Hari Kemerdekaan
Irjen Susilo Teguh Raharjo
A
A
A

Setiap Hari Kemerdekaan, kita hampir selalu mendengar ungkapan “meneladani para pahlawan.” Kalimat tersebut hadir dalam pidato, spanduk, sambutan, tulisan, bahkan menjadi bagian dari berbagai kegiatan seremonial. Namun, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: sejauh mana keteladanan para pahlawan benar-benar hadir dalam perilaku kita?

Jangan sampai keteladanan para pahlawan hanya menjadi bahasa lisan yang indah, tetapi kehilangan daya transformasinya dalam kehidupan nyata.

Para pahlawan tidak hanya meninggalkan nama dan sejarah. Mereka meninggalkan nilai: keberanian, pengorbanan, persatuan, kejujuran, kesederhanaan, keberpihakan kepada kepentingan bangsa, serta kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Nilai-nilai itulah yang semestinya diwarisi oleh generasi setelahnya.

Ironisnya, dalam kehidupan kekinian, kita masih menyaksikan berbagai perilaku yang justru bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Kepentingan pribadi dan kelompok terkadang lebih dominan daripada kepentingan publik; kejujuran berhadapan dengan pragmatisme; integritas berhadapan dengan kepentingan sesaat; sementara semangat persatuan sering kali dikalahkan oleh fanatisme, polarisasi, dan kepentingan sektoral.

Di sinilah makna “meneladan” menjadi penting. Meneladan bukan sekadar mengucapkan atau mengagungkan nama pahlawan. Meneladan berarti mengambil nilai perjuangan mereka untuk kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata.

Karena itu, peringatan Hari Kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan “siapa pahlawan kita?”, tetapi bergerak lebih jauh menjadi pertanyaan reflektif: “Apakah perilaku kita hari ini masih mencerminkan nilai-nilai yang dahulu dilakukan oleh para pahlawan?”

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement