Jika dahulu para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan bangsa dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka perjuangan generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan integritas, kerja keras, keadilan, tanggung jawab, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, keteladanan pahlawan tidak boleh menjadi sekadar retorika tahunan yang muncul setiap bulan Agustus, lalu menghilang ketika seremoni selesai. Keteladanan harus menjadi etika kehidupan sehari-hari.
Sebab, ukuran penghormatan kepada pahlawan bukan seberapa sering kita menyebut nama mereka, melainkan seberapa jauh nilai perjuangan mereka hidup dalam perilaku kita. Kemerdekaan diwariskan oleh para pahlawan melalui perjuangan.
Menjaga makna kemerdekaan adalah tanggung jawab kita melalui keteladanan.
Pada Hari Kemerdekaan ini, barangkali kita tidak cukup hanya berkata “Mari meneladan para pahlawan.” Lebih penting dari itu adalah memastikan bahwa dalam diri kita sendiri masih terdapat keberanian untuk jujur, kesediaan untuk berkorban, keteguhan memegang prinsip, dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan kamu, saya atau mereka.
Jangan biarkan keteladanan pahlawan hanya hidup saat pidato dalam peringatan kemerdekaan. Tetapi ia hidup dalam perilaku.
Dirgahayu RI ke-81
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.