Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gus Rozin Akan Kembalikan Marwah NU dan Perkuat hingga Pelosok

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |20:19 WIB
Gus Rozin Akan Kembalikan Marwah NU dan Perkuat hingga Pelosok
Gus Rozin Akan Kembalikan Marwah NU dan Perkuat hingga Pelosok
A
A
A

JAKARTA — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut akan memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.

Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap kepemimpinan PBNU mendatang mampu mengembalikan marwah jam'iyyah sekaligus memperkuat kehadiran organisasi hingga pelosok Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan calon Ketua Umum PBNU Kiai Abdul Ghaffar Rozin alias Gus Rozin.

“Kalau Gus Rozin mendapat amanah, kami berharap PBNU memberikan perhatian nyata kepada PCNU di NTT. Jangan sampai cabang-cabang di daerah merasa jauh dari PBNU,” ujar Ketua PCNU Lembata, Mukhtar Sarabity, Selasa (11/8/2026).

Menanggapi hal tersebut, Gus Rozin mengatakan, ukuran keberhasilan organisasi bukan semata-mata seberapa kuat struktur PBNU, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan jamaah dan masyarakat.

“NU yang bermanfaat adalah NU yang kehadirannya dapat dirasakan oleh jamaah, dari pusat hingga pelosok negeri,” tegasnya.

Menurutnya, NU memiliki karakter yang berbeda dengan organisasi yang membangun struktur terlebih dahulu kemudian mencari anggota. “Di NU jamaahnya dulu ada, lalu jam'iyyahnya terbangun,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pembangunan organisasi harus dimulai dari kekuatan jamaah. PBNU harus memastikan ranting, MWCNU, PCNU, dan PWNU memiliki kapasitas untuk menjalankan khidmah.

Kemandirian organisasi juga harus dibangun melalui penguatan ekonomi jamaah, pengelolaan aset, kaderisasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam konteks tersebut, daerah seperti Bali dan NTT justru harus mendapatkan ruang lebih besar dalam agenda pemerataan penguatan organisasi.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement