JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pesan kuat dari pidato itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara melalui kebijakan yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F. Umbas, pidato tersebut bukan sekadar laporan capaian. Namun, menggambarkan arah perubahan yang tengah dijalankan pemerintah.
“Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak ingin berhenti pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan yang paling penting, keberpihakan kepada rakyat,” kata Umbas dalam keterangannya.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Umbas menilai keberhasilan kebijakan tersebut nantinya harus dilihat dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, berbagai program pemerintah kini memasuki tahap yang menuntut hasil nyata di tingkat akar rumput.