Menurut AMY, sejarah perjuangan NU juga tidak dapat dilepaskan dari peran para kiai dan pesantren yang menjadi pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
"Para kiai NU telah memberikan teladan luar biasa. Mereka mendidik umat, membimbing masyarakat, sekaligus berdiri di garis depan ketika bangsa ini menghadapi ancaman," ujarnya.
Ia menilai semangat perjuangan tersebut tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
"Warisan terbesar para kiai bukan hanya nama besar. Warisan itu adalah ilmu, akhlak, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa," tutur AMY.
Karena itu, AMY berharap Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali khidmah NU bagi umat dan bangsa.
"Menjaga marwah berarti menjaga amanah para ulama. Memperkaya khidmah berarti memperluas manfaat bagi masyarakat. Semoga Muktamar ini melahirkan keputusan yang semakin memperkuat peran NU dalam menjaga persatuan dan menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.