Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Grib Jaya Bantah Terlibat Kematian Bambang saat Demo 27 Agustus: Kami Tak Sampai Pejompongan

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |16:54 WIB
Grib Jaya Bantah Terlibat Kematian Bambang saat Demo 27 Agustus: Kami Tak Sampai Pejompongan
Divisi Hukum DPP Grib Jaya Wilson Colling (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Grib Jaya menegaskan tidak terlibat dalam kematian Bambang Setiyawan (60), yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia setelah kericuhan di kawasan Pejompongan pada Kamis 27 Agustus 2026 malam. Divisi Hukum DPP Grib Jaya Wilson Colling mengungkapkan, saat kericuhan pihaknya hanya berada di kawasan Slipi.

"Bahwa antara kematian dengan lokasi yang ketua umum dan masyarakat sekitarnya turun itu jauh berbeda, Pejompongan dan Slipi. Ketua umum bersama masyarakat itu tidak bisa melakukan sampai ke Pejompongan karena areanya cuma sampai Peninsula dan Polres Jakarta Barat yang lama," kata Wilson di Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).

"Mereka tidak bisa jebol sampai ke sana, oleh karenanya kematian itu dikait-kaitkan dengan Grib itu sangat salah, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," sambungnya.

Ia juga merespons mengenai video viral ketika seseorang dianiaya orang tidak dikenal. Dia menegaskan, hal itu tidak dilakukan anggota Grib Jaya.

Wilson meminta publik untuk mengamati video itu secara ulang karena seluruh anggota Grib yang turun ke jalan menandai dirinya dengan ikat kepala putih.

"Lalu ada juga yang katanya dipukul dan lainnya, itu juga berbeda. Karena kalau kita lihat, orang-orang kita yang boleh bilang GRIB itu kan sudah ada tanda. Semua orang tahu ada video, ada ikat kepala putih kan? Nah, kan itu pasti tandanya kepala putih," kata dia.

Ia menjelaskan, anggota Grib Jaya turun saat aksi demo 27 Agustus 2026 tidak bermaksud untuk menghalangi aspirasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Sebab, demo yang dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah membubarkan diri dengan tertib sebelum pukul 18.00 WIB.

Pihak Grib Jaya mengaku baru turun ke jalan pada malam hari untuk menghalau massa agar situasi tidak meluas menjadi tindakan anarkis maupun vandalisme.

"Jadi harus bisa dipisahkan antara demo yang ada di DPR RI yang sudah bubar dan yang ada di Slipi sekitarnya. Itu jam juga berbeda, jamnya jam 11 malam," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement