Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Syafril Nasution: Lawan Disinformasi dengan Informasi yang Benar dan Tepercaya

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |15:06 WIB
Syafril Nasution: Lawan Disinformasi dengan Informasi yang Benar dan Tepercaya
Corporate Secretary MNC Group dan Direktur Pemberitaan iNews Media Group, Syafril Nasution (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Corporate Secretary MNC Group dan Direktur Pemberitaan iNews Media Group, Syafril Nasution, menjadi salah satu narasumber dalam Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Forum tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Humas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi DFK dan Disrupsi Informasi”.

Dalam forum tersebut, Syafril Nasution hadir sebagai perwakilan industri media yang memberikan pandangan mengenai peran media dalam menghadapi disinformasi di era digital.

Syafril menyebut pola konsumsi informasi masyarakat telah berubah drastis seiring perkembangan teknologi digital. Jika sebelumnya masyarakat harus mencari informasi melalui koran, radio, atau televisi, kini informasi datang langsung ke perangkat digital pengguna.

“Sekarang informasi itu atau berita itu datang dengan sendirinya ke gadget kita. Kita tidak susah-susah sepanjang kita mempunyai aplikasinya, pasti itu akan datang langsung ke gadget kita,” kata Syafril.

Dia mengatakan, kondisi tersebut membuat informasi beredar sangat cepat dan tanpa batas. Karena itu, masyarakat kerap menerima berbagai jenis konten, mulai dari fakta, opini, hingga propaganda yang berpotensi memperkeruh suasana.

Syafril mengingatkan risiko informasi yang tidak akurat dapat memunculkan persepsi keliru di masyarakat. Bahkan, informasi palsu atau hoaks berpotensi menimbulkan keresahan dan memengaruhi kehidupan publik.

“Risiko informasi yang tidak akurat itu tentunya bisa membuat persepsi keliru bagi orang yang mendengarkan, yang menerima. Kemudian kalau itu berupa hoax, itu bisa juga menimbulkan keresahan bagi yang menerima,” ujarnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement