Sementara untuk menangkap dan membubarkan praktek perdukunan Mbah Suro, Kopassus membuat strategi khusus untuk meringkus dirinya. Dalam bukunya, Hendro menuturkan bahwai Kopassus terpaksa menggunakan kekerasan karena gagal menggunakan jalan damai.
"Pangdam terpaksa memerintahkan agar penutupan dilakukan dengan jalan kekerasan, karena segala upaya jalan damai yang ditempuh telah menemui jalan buntu," kata Hendro.
Penyerbuan padepokan Mbah Suro dilakukan Kodam VII/ Diponegoro beserta satu Kompi RPKAD (Sebelum berganti nama menjadi Kopassus) di bawah pimpinan Feisal Tanjung. Dengan penyerbuan itu, Mbah Suro pun berhasil ditaklukkan.
Setelah itu, Feisal Tanjung memiliki karier yang cukup moncer, dia diangkat oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993 sebagai Panglima ABRI. Dia menjadi salah satu Panglima yang memimpin tanpa melalui jenjang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.