Menurut Tri, kemampuan helikopter tersebut penting untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui operasi darat. Kapasitas angkut air yang besar juga memungkinkan pemadaman dari udara dilakukan secara efektif dan presisi.
“Tambahan ketiga helikopter tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemadaman udara yang sudah dimiliki dan dikerahkan Indonesia, terutama untuk membantu menjangkau lokasi-lokasi kebakaran yang sulit ditangani dari darat. Namun, perlu dipahami bahwa helikopter tersebut hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan operasi,” imbuhnya.
Indonesia Tetap Pegang Kendali Operasi
Meski mendapat dukungan dari Jepang, Tri memastikan pemerintah Indonesia tetap memegang kendali penuh atas operasi penanganan karhutla. Aset dan personel Jepang akan berperan sebagai unsur pendukung yang diintegrasikan ke dalam mekanisme operasi pemerintah Indonesia.
Tri menjelaskan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertahanan komprehensif atau Defence Cooperation Arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang yang ditandatangani pada 4 Mei 2026.