Video itu sebelumnya memicu beragam komentar publik. Dalam rekaman yang beredar, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat LRT berpindah posisi ketika Presiden Prabowo berada di dalam gerbong.
Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah turut memberikan pandangan mengenai polemik tersebut. Dedi menilai tindakan Teddy tidak tepat disebut sebagai pengusiran terhadap pejabat LRT.
Menurut Dedi, tindakan tersebut merupakan pengaturan situasional untuk memberikan ruang bagi Presiden Prabowo dan penumpang penyandang disabilitas.
"Tapi harus dipahami bahwa publik tidak akan mengetahui hal-hal semacam itu. Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi," kata Dedi.
Dedi mengatakan konteks kejadian tersebut membuat anggapan Teddy mengusir pejabat LRT sulit diterima. Sebab, agenda Presiden Prabowo saat itu justru berkaitan dengan LRT.