Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen mengejutkan dalam sidang PBB ketika Trump mengancam akan menghancurkan Republik Islam Iran.
Di tengah pernyataan keras Trump, suasana optimistis disebut muncul terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Koresponden Utama Al Jazeera untuk AS, Alan Fisher, menyebut pertemuan antara kedua negara sebagai "perpaduan yang aneh" setelah pidato Trump di PBB.
“Tampaknya, sampai batas tertentu, ada suasana optimisme bahwa mereka dapat bergerak menuju semacam kesepakatan perdamaian,” kata Fisher.
Trump juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai setelah pemilihan kongres AS pada November. Ia mengklaim Iran "menunggu untuk melihat" bagaimana kinerja Partai Republik melawan Partai Demokrat.
“Yang tidak mereka sadari adalah saya tidak mencalonkan diri lagi. Saya sudah melakukannya – dan menang telak,” kata Trump. “Dan saya akan berada di sini selama dua setengah tahun.”
Trump menegaskan bahwa hasil pemilu AS tidak menjadi pertimbangan dalam persoalan Iran. Menurutnya, hal utama yang menjadi perhatiannya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
“Saya sama sekali tidak mempercayai – dan tidak akan mempercayai – hasil pemilu terkait Iran. Hal itu bahkan tidak terlintas dalam pikiran saya. Satu-satunya hal yang terlintas adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.