JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, pertemuan antara pejabat AS dan para pemimpin Iran berlangsung selama tiga jam dan berjalan "sangat baik" serta produktif. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.
“Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif,” kata Trump, dilansir dari Aljazeera, Rabu (23/9/2026).
Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang selama ini memimpin negosiasi dengan Iran, turut menghadiri pertemuan tersebut. Trump mengatakan, pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung "dalam waktu dekat".
Witkoff, yang turut hadir bersama Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan, juga menyebut pertemuan tersebut "sangat baik", namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Ketika ditanya mengenai lokasi pembicaraan selanjutnya, Gedung Putih merujuk Al Jazeera pada pernyataan Trump.
Trump tidak mengungkap secara rinci hal-hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Iran. Namun, ia mengatakan Iran menghadapi pilihan yang digambarkannya sebagai "potensi kebesaran atau kehancuran". Pernyataan itu kembali disampaikan Trump setelah sebelumnya ia mengungkapkannya dalam pidato di Majelis Umum PBB.
“Akankah kesepakatan tercapai dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya? … Atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat?” tanya Trump kepada para pemimpin dunia.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen mengejutkan dalam sidang PBB ketika Trump mengancam akan menghancurkan Republik Islam Iran.
Di tengah pernyataan keras Trump, suasana optimistis disebut muncul terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Koresponden Utama Al Jazeera untuk AS, Alan Fisher, menyebut pertemuan antara kedua negara sebagai "perpaduan yang aneh" setelah pidato Trump di PBB.
“Tampaknya, sampai batas tertentu, ada suasana optimisme bahwa mereka dapat bergerak menuju semacam kesepakatan perdamaian,” kata Fisher.
Trump juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai setelah pemilihan kongres AS pada November. Ia mengklaim Iran "menunggu untuk melihat" bagaimana kinerja Partai Republik melawan Partai Demokrat.
“Yang tidak mereka sadari adalah saya tidak mencalonkan diri lagi. Saya sudah melakukannya – dan menang telak,” kata Trump. “Dan saya akan berada di sini selama dua setengah tahun.”
Trump menegaskan bahwa hasil pemilu AS tidak menjadi pertimbangan dalam persoalan Iran. Menurutnya, hal utama yang menjadi perhatiannya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
“Saya sama sekali tidak mempercayai – dan tidak akan mempercayai – hasil pemilu terkait Iran. Hal itu bahkan tidak terlintas dalam pikiran saya. Satu-satunya hal yang terlintas adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.