Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Jenderal Tertinggi China Dipecat Atas Tuduhan Korupsi dan Pembocoran Data Nuklir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |01:05 WIB
Dua Jenderal Tertinggi China Dipecat Atas Tuduhan Korupsi dan Pembocoran Data Nuklir
Ilustrasi.
A
A
A

BEIJING – Dua jenderal senior China telah dipecat karena "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum" serta "ketidaksetiaan" menyusul tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan pembocoran data nuklir yang sensitif. Pemecatan dua pejabat tinggi militer itu dilaporkan menjelang kunjungan sang presiden ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu dengan Donald Trump.

Jenderal Zhang Youxia dan Jenderal Liu Zhenli mulai diselidiki pada Januari 2026 atas pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Pencopotan mereka merupakan salah satu tindakan pemecatan pejabat berpangkat tertinggi dalam rangkaian panjang pembersihan pejabat militer dan penindakan tegas terhadap korupsi.

Zhang menempati posisi tepat di bawah Presiden Xi Jinping dalam hierarki militer dan menjabat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat yang berpengaruh, yaitu badan komando tertinggi China. Ia dituduh membocorkan data sensitif mengenai pengembangan senjata nuklir Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) kepada Amerika Serikat.

Liu menjabat sebagai kepala staf Departemen Staf Gabungan komisi tersebut. Ia dituduh melanggar aturan dan disiplin politik, tidak jujur kepada partai, serta membentuk "kelompok dan faksi yang mementingkan diri sendiri", demikian dilansir The Independent

Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, kedua jenderal tersebut "melanggar garis merah dan batasan mendasar" serta bersikap "tidak setia dan tidak jujur kepada partai" sembari melakukan korupsi dan kelalaian dalam menjalankan tugas.

Disebutkan bahwa penyelidikan mengungkap Zhang dan Liu "membentuk kelompok-kelompok yang mementingkan diri sendiri, tidak setia dan tidak jujur kepada Partai, memanfaatkan jabatan mereka untuk membantu pihak lain mendapatkan promosi, serta menerima suap dalam jumlah besar sebagai imbalannya".

 

Pelanggaran mereka "melibatkan uang dalam jumlah yang sangat besar, bersifat sangat serius, dan menimbulkan dampak negatif yang signifikan," demikian pernyataan tersebut.

Kasus ini akan dilimpahkan kepada otoritas penuntutan militer untuk peninjauan hukum dan penuntutan lebih lanjut.

Surat kabar resmi militer China, PLA Daily, menyatakan bahwa kedua jenderal tersebut "secara serius mengkhianati kepercayaan dan harapan Komite Sentral Partai serta Komisi Militer Pusat".

Surat kabar itu menambahkan bahwa keduanya "secara serius membiarkan berkembangnya masalah politik dan korupsi yang melemahkan kepemimpinan mutlak Partai atas militer" serta mencoreng citra angkatan bersenjata.

Langkah pembersihan ini merupakan bagian dari gerakan antikorupsi yang lebih luas, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 200.000 pejabat sejak Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012. Komisi Militer Pusat (CMC) memiliki tujuh anggota pada tahun 2022, termasuk Zhang. Kini, hanya tersisa dua anggota, yakni Xi dan Jenderal Zhang Shengmin—yang menggantikan He Weidong setelah He diberhentikan.

Zhang memegang kekuasaan yang luar biasa besar bagi seorang perwira militer dalam sistem Partai Komunis yang bersifat sipil. Ia diangkat menjadi anggota CMC pada 2017 dan meraih pangkat jenderal penuh pada tahun yang sama, sembari menjabat sebagai wakil sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin, badan antikorupsi tertinggi di China.

 

Peristiwa ini terjadi hanya dua hari sebelum Xi bertolak dari Beijing untuk menemui Presiden AS di Washington pada Rabu, (23/9/2026) guna melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari.

Keduanya dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan guna mengatasi perbedaan pendapat terkait perdagangan, kecerdasan buatan (AI), dan isu-isu strategis yang lebih luas, termasuk perang di Ukraina serta konflik di Timur Tengah.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement