NEW YORK - Demonstrasi mewarnai kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis 24 September 2026.
Dilansir dari Aljazeera, Jumat (25/9/2026). Para demonstran memblokir akses jalan menuju kompleks PBB menjelang Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB. Sejumlah demonstran juga menggelar aksi di lokasi lain di sekitar kompleks tersebut.
Aksi tersebut diwarnai penangkapan oleh polisi. Berdasarkan laporan Reuters, sedikitnya 30 orang ditangkap, termasuk aktris Susan Sarandon dan Hannah Einbinder. Sementara itu, penyelenggara aksi menyebut jumlah orang yang diamankan mencapai sekitar 100 orang.
Polisi kemudian membawa para demonstran yang ditangkap ke markas kepolisian. Mereka diamankan setelah tetap bertahan di jalan dan memblokir lalu lintas meski telah diperintahkan untuk membubarkan diri.
Aksi tersebut diorganisasi Jewish Voice for Peace (JVP), kelompok aktivis Yahudi yang mendukung hak-hak Palestina. Sekitar 200 orang dilaporkan berkumpul dalam aksi yang digelar di sekitar PBB.
Para demonstran membawa sejumlah poster dan mengenakan kaus dengan slogan seperti “Fund people not bombs”, “No war”, dan “Free Palestine”. Mereka juga meneriakkan slogan yang menentang Netanyahu dan kebijakan Israel di Gaza.
JVP menuduh PBB memberikan panggung kepada Netanyahu untuk menyampaikan pidatonya. Kelompok tersebut juga menyatakan aksi dilakukan untuk menyuarakan penolakan terhadap perang di Gaza.
Di tengah aksi tersebut, sejumlah kelompok Yahudi lainnya juga menggelar demonstrasi di sekitar PBB. Mereka menyatakan dukungan terhadap Israel, namun menegaskan dukungan tersebut tidak selalu berarti mendukung pemerintahan Netanyahu. Mereka juga menyuarakan kekhawatiran terhadap meningkatnya antisemitisme.
Sementara itu, kunjungan Netanyahu ke New York kali ini berlangsung singkat. Ia dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda di sela-sela Sidang Umum PBB sebelum kembali ke Israel pada hari yang sama.
Netanyahu kemudian menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB untuk membela kebijakan Israel dan menanggapi kritik internasional terhadap negaranya. Aksi demonstrasi pun berlangsung di luar gedung ketika pidato tersebut digelar.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.