NEW YORK - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, hubungan negaranya dengan Amerika Serikat (AS) masih diliputi ketidakpercayaan. Meski demikian, dia menegaskan Iran tetap terbuka untuk membangun hubungan dengan Washington yang dilandasi kepercayaan.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian kepada sejumlah wartawan di New York setelah berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis, 24 September 2026.
“Kami berada dalam suasana ketidakpercayaan yang besar,” kata Pezeshkian kepada wartawan.
Dia mempertanyakan alasan AS menyerang Iran. Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak menginginkan senjata nuklir.
“Kami kesulitan memahami mengapa Amerika menyerang Iran. Kami tidak menginginkan senjata nuklir,” ujarnya.
Pezeshkian juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut program nuklir Iran telah dihancurkan. Menurutnya, jika klaim tersebut benar, Washington tidak seharusnya kembali meminta akses inspeksi.
“Presiden Trump mengatakan AS telah menghancurkan program tersebut, jadi mengapa mereka perlu melakukan inspeksi?” katanya.
Meski demikian, Pezeshkian menyatakan Iran bersedia membuka akses bagi inspektur untuk melakukan pemeriksaan.
“Kami bersedia untuk mendatangkan inspektur,” ujarnya.