Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz
Di tengah ketegangan dengan AS, Menteri Luar Negeri Iran juga mengatakan Teheran telah menyampaikan proposal melalui mediator terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Menurutnya, Iran siap membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dalam waktu tujuh hari apabila AS memenuhi sejumlah persyaratan.
Namun, dia tidak merinci persyaratan yang diminta Iran. Menteri tersebut hanya menyebut ketentuan itu memiliki kemiripan dengan nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani AS di Islamabad tetapi kemudian dibatalkan.
Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak akan menyerah di tengah tekanan AS.
“Tidak mungkin bagi AS untuk membuat Iran menyerah,” katanya.
Dia mengakui AS memiliki kekuatan militer untuk menghancurkan berbagai sasaran, tetapi menegaskan Iran akan tetap bertahan.
“Kami tidak akan pernah menyerah,” ujarnya.
Pezeshkian bahkan mengklaim sebagian besar pangkalan militer AS di kawasan tersebut sudah tidak dapat digunakan. Klaim tersebut disampaikan tanpa rincian mengenai kondisi pangkalan yang dimaksud.