Menurut Ristianto, kondisi tersebut menunjukkan penurunan atau kenaikan hotspot tidak selalu langsung berdampak pada perbaikan kualitas udara.
"Asap dapat bertahan atau berpindah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin. Karena itu, pemantauan hotspot, kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang terus dilakukan secara bersamaan," katanya.
Kemenhut mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk terus memantau informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain berdampak pada manusia, kebakaran hutan dan lahan juga mengancam satwa liar karena dapat merusak habitat dan sumber pakan. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada Balai KSDA atau petugas kehutanan apabila menemukan satwa liar yang keluar dari habitat akibat kebakaran.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.