Survei radar telah menghasilkan beberapa temuan yang paling menarik sejauh ini. Para peneliti menyatakan telah mengidentifikasi fitur-fitur yang tampaknya membentuk kemungkinan koridor, ruangan, dan terowongan di bawah permukaan tanah. Salah satu kelompok anomali tampak membentang sepanjang sekitar 151 kaki (sekitar 46 meter), dengan ketinggian rata-rata lebih dari 14 kaki (sekitar 4,3 meter).
Area lain yang terdeteksi oleh radar dilaporkan memiliki ketinggian sekitar 26, 39, dan 23 kaki. Terdapat pula bagian yang sangat menarik di mana para peneliti menyebutkan bahwa fitur bawah tanah tersebut tampak terbagi menjadi tiga lapisan. Hal ini mendorong tim untuk membuat perbandingan dengan deskripsi Alkitab mengenai Bahtera Nuh yang memiliki tiga tingkat geladak.
Para peneliti kemudian mengambil sampel inti dari bagian dalam dan luar formasi yang menyerupai bentuk kapal tersebut, hingga mencapai kedalaman sekitar 18 meter. Menurut tim peneliti, sampel inti tersebut menghasilkan lapisan yang mengandung material organik dalam jumlah besar. Sampel-sampel itu kini sedang dikirim untuk menjalani uji laboratorium guna menentukan secara pasti jenis material tersebut dan perkiraan usianya.
Pada satu titik, pengeboran dilaporkan terhenti setelah peralatan mengenai lapisan yang sangat keras di kedalaman sekitar empat hingga lima meter di bawah permukaan, yang membuat mata bor patah. Andrew Jones, pendiri Noah’s Ark Scans sekaligus wakil ketua proyek penelitian, mengatakan bahwa kayu yang telah membatu atau kayu dengan kandungan mineral tinggi merupakan beberapa kemungkinan yang sedang dipertimbangkan.
Langkah berikutnya bisa jadi jauh lebih dramatis. Para peneliti sedang menyiapkan robot eksplorasi kecil bernama Gopher, yang dirancang untuk memasuki ruang-ruang sempit melalui lubang bor dan merekam video sembari mengumpulkan sampel. Tujuannya adalah menyelidiki ruang bawah tanah yang terdeteksi oleh radar tanpa harus segera membongkar bagian besar dari formasi tersebut. Jika rongga-rongga itu benar-benar berisi struktur buatan manusia, rekaman tersebut dapat memberikan bukti visual langsung pertama mengenai apa yang terkubur di bawah gundukan misterius itu.