MOSKOW — Rusia mengimbau diplomat dan warga negara asing untuk segera meninggalkan Kyiv. Moskow juga memperingatkan bakal adanya gelombang serangan besar-besaran baru terhadap ibu kota Ukraina tersebut, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya pada Sabtu (3/10/2026).
Moskow dan Kyiv belakangan ini saling menggempur menggunakan rentetan pesawat nirawak (drone) serta rudal. Dalam sepekan terakhir, kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan yang menyasar berbagai infrastruktur vital.
Melalui pernyataan resmi pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kembali bahwa pihaknya "sebelumnya telah mendesak warga negara asing dan diplomat di Kyiv untuk meninggalkan kota tersebut serta tidak mengunjungi Ukraina."
"Kami mencatat dengan prihatin bahwa tidak semua pihak mengindahkan peringatan ini, dan terdapat individu-individu yang secara sadar menempatkan diri mereka dalam bahaya maut," ujar Kemlu Rusia, sebagaimana dilansir AFP.
"Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan terus melancarkan serangan balasan secara besar-besaran," bunyi peringatan tersebut.
Pihak kementerian juga menambahkan bahwa "tanggung jawab atas segala kemungkinan dampak negatif sepenuhnya berada di tangan mereka yang mengabaikan peringatan ini."
Sebelumnya pada Jumat (2/10/2026), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan bahwa warganya kini harus bersiap menghadapi situasi perang yang semakin intens, mengingat musuh berupaya "menghancurkan Kyiv" melalui gempuran terhadap jembatan dan infrastruktur energi.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin telah melanggar aturan konflik bersenjata dengan memerintahkan serangan skala besar ke pemukiman dan wilayah sipil—tuduhan yang berkali-kali dibantah oleh Kremlin.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.