PAPUA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto menyebut, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mulai pecah dan ditinggalkan anggotanya. Hal ini diketahui setelah anggota TNI terlibat baku tembak di Maybart, Papua Barat Daya.
Pasukan TNI yang terdiri dari Denkul IV Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir IX dibawah kendali Kogabwilhan III terlibat baku tembak dan menewaskan 3 anggota KKB.
“Keberhasilan operasi ini sekaligus mengungkap kebenaran info retaknya hubungan internal kelompok separatis tersebut,”ujar Lucky, Jumat (9/10/2026).
Pelaku yang yang tewas adalah Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem, bersama dua orang kaki tangannya yakni Komandan Batalion TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Anton Fatem dan Yesias Fatem, tewas dalam pertempuran sengit di Maybart Papua Barat Daya.
“Diduga kuat, Manfret Fatem beserta dua bawahannya telah ditinggalkan oleh para anggotanya sendiri yang kecewa atas sikap kepemimpinannya yang egois dan selalu mengorbankan anak buah demi menyelamatkan diri sendiri,” ungkapnya.
Jenderal Kopassus ini mengatakan, di sekitar jasad Manfret Fatem, anggota TNI menemukan senapan mesin AK-101 beserta puluhan peluru tajam dan selembar bendera bintang kejora.
Sementara, jasad dua loyalis Manfret Fatem yang tenggelam ke dalam sungai saat ini masih terus dicari oleh pasukan Satgas TNI.