Selain itu, Prabowo meminta TNI dan Polri membantu memberikan pelatihan kepada polisi hutan. Menurutnya, upaya menjaga kekayaan alam Indonesia membutuhkan kerja keras dan dukungan personel yang memadai.
"(Polisi hutan) dari Kemenhut yang hanya 20.000, ya. Ya, kalau nggak, ya, minta dilatihlah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya aja polisi hutan. Ya kan? Kapolri nanti bisa bantu, ya, didik polisi hutan, ya. Iya. Alam kita berat," ungkapnya.
Prabowo menilai jumlah polisi hutan perlu ditambah untuk mengimbangi luas kawasan hutan yang harus dijaga. Ia pun meminta agar kebutuhan penambahan personel tersebut disampaikan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"Karena itu, tolong sampaikan ke MenPAN RB, ya, kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," imbuhnya.
Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi kerja keras berbagai instansi dalam menangani karhutla. Ia menyebut luas lahan terbakar yang sebelumnya mencapai ratusan ribu hektare kini telah turun menjadi di bawah 1.000 hektare.
"Tapi dari ratusan ribu (hektare), (yang terbakar) berapa minggu lalu kita sekarang di bawah 1.000 (hektare). Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan, ke depan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.