Then menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah peningkatan kasus ISPA. Salah satunya, Kemenkes melakukan edukasi dan promosi kesehatan untuk mengurangi risiko krisis kesehatan.
Pihaknya juga melakukan pemantauan penyakit ISPA, pneumonia, asma maupun iritasi mata dan kulit. Termasuk ketersediaan daripada stok obat, bahan medis habis pakai (BMHP), dan kondisi kapasitas Puskesmas dan rumah sakit.
"Demikian juga kami melakukan surveilans kualitas udara dalam ruangan sehingga Dinas maupun Puskesmas memantau dan menginput data sehingga kita tahu peningkatan kadar udara di dalam ruang maupun luar ruangan untuk wilayah masing-masing Puskesmas," imbuhnya.
Di sisi lain, Kemenkes juga telah menerbitkan surat kewaspadaan untuk dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan agar menyiapkan layanan kesehatan. Kemenkes juga merekomendasikan pembelajaran jarak jauh bagi wilayah terdampak karhutla kepada Kemendikdasmen dan Kemenag.
"Dan tentunya seluruh pos dan Puskesmas yang ada di wilayah eh 7 provinsi tersebut kami siapkan termasuk rumah sakit, labkesmas, maupun PSC 119-nya," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.